Kemarin malam di SCTV ada film dengan judul
“MIKA”, awalnya si gue gak tau kalau film ini diadaptasi dari buku “WAKTU AKU
SAMA MIKA”. Setelah melihat sebentar gue tersadarkan dengan sebersit ingatan
kalau gue pernah baca buku yang mirip banget ceritanya di film ini, dan ya
benar gue punya buku itu. Buku ini sempat terlupakan, bahkan gue baru setengah
bacanya. Dengan gesit gue langsung bongkar-bongkar lemari buku yang tersusun
rapi. Banyak novel yang tersusun dengan manis, gue hampir lupa dimana terakhir
kali gue nyimpen buku itu mungkin karena buku ini memiliki sedikit kenangan
manis yang hampir terlupakan.
Satu benda bisa membangkitkan ingatan yang sudah
terlupakan.
Ya seperti itulah saat buku “waktu aku sama mika” gue temukan, yang terbayang
pertama kali adalah orang yang
membelikan buku ini dan gue tersenyum saat ingatan itu muncul memenuhi isi
kepala. Kadang kenangan itu akan terlihat lucu saat kalian bisa memaknainya
atau mempelajarinya. Saat film “MIKA” detik demi detik berputar dengan cerita
yang sama dengan novel “waktu aku sama mika”, otak gue memproses kenangan yang
telah lalu gimana gue mendapatkan buku itu, gimana awal kejadian gue
mandapatkan buku itu.
Gue akan flashback dan menceritakan sedikit tentang
ingatan gue terhadap buku ini.
Awalnya si gue mau cari novel yang disuruh
sama dosen buat tugas dan ternyata buku itu gak ada. jadilah gue jalan-jalan ke
gramedia, berhubung udah di gramedia gue memutuskan buat baca-baca dulu dan
laki-laki yang datang bersama gue juga mau cari buku. Bukan, bukan novel yang
dia cari tapi buku tentang microsof, photoshop dan sejenisnya. Ya karena dia
memang lulusan computer, makanya buku yang dicari juga seperti itu. Kita
berpisah rak buku, gue ke rak klasifikasi novel dan dia ke klasifikasi buku
yang berhubungan dengan computer. Ada beberapa buku yang gue baca seperti buku
dari radityadika, terus ada beberapa pengarang, cuman sinopsisnya si hehehe
Sampai gue bertemu dengan novel “WAKTU AKU
SAMA MIKA”, gue tertarik pas liat desain bukunya. Pas banget saat itu ada bukunya
yang udah dibuka, jadi gue iseng-iseng baca ternyata ceritanya cukup menarik
dan gue terus membacanya sampai-sampai gue gak tau kalau dia udah ada
dibelakang. Gue udah bilang kalau gue bakal beli buku ini tapi nanti, *ya
maklum lah anak kosan jadi uangnya terbatas hehehe* tapi dia bersikeras mau
membelikan buku itu buat gue. Gue gak bisa menolak dengan teriak-teriak kan ?
malu lah, nanti bakal diliat orang-orang satu gramedia, lagian gue juga gak
bakal ngelakuin hal seaneh itu walaupun kadang gue suka bersikap aneh kalau
lagi bercanda dengan teman-teman.
Hal pekat dalam ingatan gue tentang waktu
itu adalah dia ngasih dompetnya sama gue dan membiarkan gue bayar dengan
memegang dompetnya. Gue sedikit speecles saat itu, soalnya gue belum terlalu
lama kenal dia tapi dia udah memberikan sebuah kepercayaan kepada gue.
Ingatan gue mengalir begitu aja seinging
dengan film “MIKA”, gue cuman bisa tersenyum sendiri saat ingatan itu memenuhi
kepala gue. Tidak ada air mata, mungkin karena gue udah merelakan dia.
Oke terlepas dari story gue bisa punya
novel “Waktu Aku Sama Mika”, novel ini emang bagus, cerinya juga menyentuh.
Selain itu buku ini juga mengajarkan kita bahwa orang-orang yang mangidap HIV
dan AIDS bukan orang yang aneh, mereka sama seperti kita. Jadi gak seharusnya
kita menghakimi mereka dengan membenci atau menganggap mereka tidak ada, bahkan
seharusnya kita mendukung mereka. Sama seperti yang indi lakuin ke mika.


