Setiap orang punya fase kehidupan
masing-masing. Dari anak-anak sampai tumbuh dewasa. Semua fase ini akan
dilewati tanpa kita sadari. Nanti bakal terucap kata “kayaknya baru kemaren deh
gue memulai eh ternyata ini udah mau selesai”. Waktu selalu cepat berlalu, tapi
Dia tidak pernah meninggalkan tanpa menyisakan rekap jejak yang bisa kita
kenang. Waktu juga gak pernah nunggu, contohnya sukses. Waktu gak pernah nunggu
buat sukses tapi kita yang mengejar waktu untuk sukses, dan anda juga tidak akan
bisa mengembalikan waktu dimana anda mengabaikan kesempatan, anda juga tidak
akan bisa mengembalikan waktu dimana anda melakukan kesalahan yang membuat anda
mengesalinya sampai saat ini.
Saat ini gue sudah memasuki fase yang
berbeda, bukan lagi “tugas numpuk atau kuliah gak ya atau nongkrong dikantin ya
nanti” tapi sekarang udah beda. Cara berpikir juga berbeda yaa bisa dibilang
lebih dewasa dan lebih teliti menata kehidupan untuk kedepannya. Gue harus tau,
apa yang akan dan mau gue capai. Semua harus terlaksana dan yang pasti usaha
gak boleh setengah-setengah. Saat ini gue udah memasuki fase yang serius. Fase ini
membuat gue takut, tapi lagi lagi adaptasi, doa, usaha dan restu orang tua
menjadi jawabanya.
Gue belajar dari satu kegagalan yang
membuat gue sadar dengan keangkuhan dan kesombongan gue waktu itu, bahwa diatas lagit masih ada langit. Kadang Allah
memberikan satu kegagalan yang membuat kita gak bisa buat bangkit lagi, mungkin
saat itu kita marah dan kecewa. Padahal Allah hanya memberikan satu kegagalan
untuk seribu keberhasilan dan kesuksesan. Gue percaya banget akan hal itu,
because gue pernah melewatinya. Semua gak terlepas dari peran orang tua dan
keluarga yang selalu mampu membuat gue bangkit. Entahlah, mungkin kalau gak ada
mereka gak akan ada tulisan ini.
Fase yang setiap manusia lewati pasti sama,
bayi-balita-anak2-remaja-dewasa dan sampai akhirnya menikah, punya anak, sampai
tua. Semua orang melewati ini tapi TIDAK
SEMUA ORANG melewatinya dengan kebahagiaan dan keberuntungan yang sama. Memang
selama melewainya bakal banyak banget polisi tidur yang memperlambat kaki
melangkah, tapi apa kita akan menyerah begitu aja ? sementara di tempat lain ada
badai yang mengahalangi tapi dia tetap tegar dan berusaha untuk bisa melewati.
So jangan mengeluh dulu sebelum liat dunia
disekitar kita dengan mata, telinga dan hati. Oh iya jangan pernah merasa anda paling benar
dan baik, kadang orang lain lebih tau buruknya anda tapi kadang orang hanya
diam :D