Hari ini
adalah peringatan hari ibu. Entah hal hebat apa yang pernah aku berikan dengan
umak, jawabannya adalah belum ada. Aku belum bisa membahagiakan dia, memberikan
sesuatu yang indah untuk dia, dan mungkin aku hanya selalu membuatnya repot,
repot dan repot.
Ini adalah
hari ibu yang ke 21 yang aku lewati sejak aku lahir. Belum ada yang bisa aku
berikan, aku hanya bisa meminta dengannya. Aku memang tak pernah bilang dengan
umak kalau aku mencintainya, sungguh mencintainya tapi dia selalu tau kalau aku
sangat mencintainya.
Beliau selalu
tau apa yang aku rasakan padahal kita sekarang berada di pulau yang berbeda,
umak di Belitong dan aku di Jakarta tapi jarak tak meruntuhkan kepekaannya
terhadap aku. Beliau selalu bisa merasakan apa yang aku rasakan, tanpa aku
bicarakan sebelumnya. Umak sungguh manusia yang begitu sempurna dan ajaib yang
diberikan Allah kepadaku.
Kata orang ibu
adalah bidadari nyata yang Allah ciptakan untuk menjaga dan merawat setiap
anaknya. Tidak ada yang bisa menggantikannya dan tidak ada yang bisa membalas
semua ketulusan yang telah beliau lakukan.
Mengandung
selama 9 bulan dan merawatku dari bayi sampai sekarang dan mungkin sampai aku
sudah mempunyai keluarga. Beliau tidak pernah menuntut apa-apa, hanya beliau
selalu menuntut kalau aku harus sukses dan bisa membuat aku lebih baik dari
dirinya. Hanya itu yang beliau inginkan, itu semua untuk kehidupanku. Beliau
selalu berusaha membuat aku bahagia sedangkan aku belum bisa membahagiakannya.
Aku pernah
membuatnya menangis, hanya karena beliau terlalu sayang. Umak memang selalu
panik jika aku tak ada kabar, aku sering bilang jika aku baik-baik saja dan
jangan suka bersikap seperti itu. Ya namanya juga orang tua, beliau selalu takut
jika anaknya kenapa-kenapa.
Tidak ada
orang tua yang diam dan bersikap baik-baik saja jika anaknya tidak ada kabar.
Aku merindukan suaranya yang khas, selalu teriak-teriak jika aku melakukan
kesalahan, bukan hanya aku tapi juga adek geta.
I
love you umak.
Bidadari
nyata yang Allah ciptakan
Sentuhan
lembutmu membuatku aman dan nyaman
Pelukanmu
melindungiku dari angin malam yang setiap detik menghujam tubuh ini
Umak,
Kadang aku lelah dengan kejamnya kehidupan diluar sana
Tapi nasehat dan
doa yang kau lantunkan akan selalu menjagaku dari tangan-tangan kotor itu
Aksara pun tak akan
mampu menggambarkan curahan kasih sayangmu untukku
Umak, aku
merindukan mu seperti pasir putih yang merindukan gelombang pantai
menghampirinya