Rabu, 12 Februari 2014

Harus Aku Peduli dengan Bahagiamu ?

Diposting oleh Unknown di 00.44


Saat aku sudah menjadi aku yang baru atau aku menjadi aku yang dulu sebelum mengenalmu. Apa aku harus peduli dengan bahagiamu ?
Kukecup kesunyian malam, membekukan hati dalam rindu. Ah itu dulu. Sekarang sudah terlepas dari rasa pedihnya merindukanmu. Kadang terlintas pertanyaan dalam benakku. Kata orang cinta itu indah. Cinta itu membuat bahagia. Tapi kenapa saat aku mencintaimu begitu sakit dan pedih ya rasanya ? apa kau bisa menjawab pertanyaan sederhanaku ini ?
Ribuan tetes air mata telah menghapus jejak kisah yang pernah kita torehkan, bahkan waktu mengambil bagian dalam mengubah kita menjadi orang  asing dan mengubah kita menjadi sebuah kenangan yang harus disimpan rapat-rapat. Oh aku hampir lupa jika tak ada lagi kita, yang ada aku dan kau. Sendiri-sendiri.
Aku pernah merasakan sangat kau cintai. Tapi apa artinya di cintai, disayangi, dikhawatirkan kebahagiaan juga keadaannya tanpa pernah kau berusaha untuk mempertahankanku. Semua akan seperti debu yang tertiup angin, hilang.
Semua tetesan air mata ini aku simpan bersama album kenangan kita, yang mulai usang, karena hanya aku yang sering membukanya. Saat ini aku sudah bosan membukanya, lalu aku memutuskan untuk menyimpannya disalah satu tempat dihatiku. Dan ku harap tak akan pernah terbuka lagi atau membukanya lagi.
Bahagia.
Mungkin kau sedang berbahagia dengan wanitamu.
Mungkin kau sedang bercumbu mesrah dengan wanitamu saat aku bersujud dan merangkuhmu dalam doa.
Atau malah sebaliknya ? kau tak merasakan sebuah kebahagiaan ?
Kau pikir dengan kau tak bahagia aku akan peduli ? oh tidak. Dulu mungkin aku masih peduli. Untuk apa aku mengkhawatirkan kebahagiaanmu, kau saja tak pernah mengkhawatirkan kebahagiaanku.
Bahagiaku saja perlu proses. Tapi kau tak perlu tau proses yang aku lewati untuk mendapatkan bahagiaku cukup kau lihat bahagia seperti apa yang t’lah aku dapatkan, dan aku pantas mendapatkannya. Ah aku bukan mau balas dendam padamu. Aku hanya ingin kau melihat, wanita yang pernah kau tinggalkan dan kau sia-siakan ini sudah berbahagia. 
Tangis yang dulu aku pendam diam-diam kala malam dengan dingin merengkuhku sudah tiada, dia terbawa oleh embun yang disambut sang surya. Kau ingat. Saat aku merangkak-rangkak mencari bahagiaku, kau tertawa dan menikmati bahagiamu dengan wanita itu. Jadi saat kau tak bahagia apa aku harus peduli ? tentu jawabannya TIDAK.

0 komentar:

Posting Komentar

 

DayDreamer Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting