Hai :)
Apa kabar kau yang begitu mencintai malam ?
pasti baik-baik saja.
Sapaan yang sangat klise sekali aku lontarkan mengawali posting kali ini, aku bingung harus mengawalinya seperti apa. Tanpa kau bertanya sekalipun aku akan memberitahu kabarku. Aku disini juga baik-baik saja setelah melewati malam-malam yang melelahkan. Ribuan kerinduan tentangmu menghujamku, tapi itu kemarin. Aku sudah bisa menata hidupku seperti saat sebelum kau mengetuknya.
Sapaan yang sangat klise sekali aku lontarkan mengawali posting kali ini, aku bingung harus mengawalinya seperti apa. Tanpa kau bertanya sekalipun aku akan memberitahu kabarku. Aku disini juga baik-baik saja setelah melewati malam-malam yang melelahkan. Ribuan kerinduan tentangmu menghujamku, tapi itu kemarin. Aku sudah bisa menata hidupku seperti saat sebelum kau mengetuknya.
Tangis tanpa suara yang harus kutelan oleh gelapnya malam dan
bantal yang kuhujani air mata disetiap malan, sudah tak ada lagi.
Kemarin mengenangmu menjadi momok yang menyeramkan bagiku. Aku
memohon kepada Allah agar tak menghadirkan kau disela malam menyambut subuh,
tapi lagi-lagi kau datang. Aku kalah, menyerah dan kembali menangis.
Kau menyobek-nyobek pikiranku. Kenangan-kenangan yang kita
torehkan dibawah cakrawala manjadi media untukku mengenangmu.
Tapi aku sekarang sudah terbiasa tanpa kabar darimu. Kalo kata
bang faris atau biasa di sebut misteeerius “awalnya memang nggak nyaman, tapi adaptasi adalah jawabannya”.
Kata-kata itu benar, aku beradaptasi tanpa kau dikehidupanku. Dan aku cukup berhasil.
Kau tak akan pernah tau bagaimana aku berjuang melawan rasa
rindu yang begitu bergejolak disetiap malamnya. Jika melihatku kelak pasti kau akan mangira dari awal kau pergi aku sudah
baik-baik saja, tanpa kau tau bagaimana prosesku menjadi baik-baik saja.
Kau sudah menemukan rumahmu dan aku sekarang sedang mencari
rumah yang nyaman dan mampu menerimaku apa adanya. Rumah yang akan aku temui
mungkin lebih indah dari kau.
Aku belajar sesuatu dari salah satu acara televisi yang tak perlu aku sebutkan apa namanya. Sekarang aku mengerti Mengapa kita tak
ditakdirkan lama-lama menjalin hubungan ? jawabannya hanya satu, karena kita
berbeda kelas. Kelas kita berbeda, kau dan dia berada dikelas yang sama
sedangkan aku ? kelasku lebih tinggi dari kalian jadi kita tak cocok. Maaf
kalau aku terlalu sombong J.
Selamat tinggal kau yang pernah mampir dalam hidupku.
selamat tinggal kau yang 'sempat' pernah ingin kujadikan rumah terakhir
Selamat tinggal kau yang begitu mencintai malam.
selamat tinggal kau yang 'sempat' pernah ingin kujadikan rumah terakhir
Selamat tinggal kau yang begitu mencintai malam.
0 komentar:
Posting Komentar